< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />

Nyaleg, Bupati dan Wabup Bangka Mengundurkan Diri

belitung ·
Nyaleg, Bupati dan Wabup Bangka Mengundurkan Diri

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

POSBELITUNG.CO--Pemerintah Kabupaten Bangka akan kehilangan kepala daerah sebelum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Terpilih Mulkan dan Syahbudin pada bulan Desember 2018 nanti.

Pasalnya sebelum habis masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bangka incumbent ternyata Bupati Bangka Incumbent H Tarmizi Saat sudah mengajukan pengunduran diri sebagai Bupati Bangka. Begitu juga Wakil Bupati Bangka Rustamsyah juga mengajukan pengunduran diri sebagai Wakil Bupati Bangka Incumbent.

Diam-diam Bupati Bangka H Tarmizi Saat rupanya mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Dia berputar haluan dari seorang birokrat mencalonkan diri sebagai politisi dengan menggunakan kereta partai yang dipimpin Pengusaha Surya Paloh.

Setelah kalah pada Pilkada Kabupaten Bangka tanggal 27 Juni 2018 kemarin,
Tarmizi rupanya sudah mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai Bupati Bangka periode 2013-2018 kepada Ketua DPRD Kabupaten Bangka berdasarkan surat Bupati Bangka Nomor 131/1377/1/2018 perihal permohonan pengunduran diri. Tertanggal tanggal surat kosong pada Juli 2018.

Dalam surat tersebut menjelaskan Peraturan Pemerintah Indonesia Nomor 32 tahun 2018 tentang tata cara penggunaan diri dalam pencalonan DPR, anggota DPD, anggota DPRD, presiden dan wakil presiden permintaan izin dalam pencalonan presiden dan wakil presiden serta cuti dalam pelaksanaan kampanye pemilihan umum berdasarkan ketentuan pada pasal Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2018 tersebut,
dengan ini saya mengajukan permohonan penggunaan diri dari jabatan saya selaku Bupati Bangka periode 2013-2018 karena mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Partai Nasdem.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas dalam rangka efektivitas penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Bangka mohon berkenan pimpinan dewan untuk menindaklanjuti permohonan pengunduran diri saya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun Tarmizi Saat ketika dikonfirmasi bangkapos.com, melalui whatsapp mengaku belum bisa menjawab karena sedang ada acara di luar daerah.

"Ku agik acara besok di telpon. Sabtu. Lom pasti mesege," kata Tarmizi.

Sedangkan Wakil Bupati Bangka Rustamsyah juga sudah mengajukan surat permohonan pengunduran sebagai Wakil Bupati Bangka periode 2013-2018 karena akan mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rustamsyah mengajukan surat permohonan pengunduran dirinya tersebut kepada Gubernur Babel.

Namun bangkapos.com juga belum berhasil mengkonfirmasi kepada Rustamsyah terkait permohonan dirinya sebagai Wakil Bupati Bangka. Menurut stafnya Rustamsyah sedang ada acara.

Selain itu juga hingga kini jabatan Sekda Bangka masih dijabat Plt Sekda Bangka Akhmad Mukhsin dimana belum ada sekda definitif sejak Fery Insani yang menjadi Sekda Bangka hengkang ke Pemprov Babel dimana saat ini menjabat sebagai Kepala Bappeda Babel.

Rencananya DPRD Kabupaten Bangka akan membahas pengunduran diri kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati Bangka incumbent tersebut pada sidang paripurna pengumuman usulan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Bangka 2013-2018 serta Anggota DPRD pada tanggal 6 Agustus 2018 nanti.

Menanggapi akan pengunduran diri kepala daerah incumbent yang mencalonkan duei sebagai legislatif di DPR RI dan DPRD Babel tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Usnen mengatakan Komisi I DPR RI akan berkonsultasi kepada pihak kementerian dalam negeri.

"Terkait pengunduran diri bupati dan wakil bupati untuk mencalonkan diri menjadi anggota legislatif ada yang ke DPR RI maupun ke DPRD provinsi dan juga karena sekda juga masih sekda bukan sekda definitif, maka kami dari komisi I pada hari ini akan berangkat ke kemendagri untuk berkonsultasi apakah bisa atau tidak dipercepat untuk pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih," jelas politisi dari Partai PDI Perjuangan ini.

Di singgung soal adanya kekosongan jabatan di Pemkab Bangka Usnen mengatakan berdasarkan aturan jika bupati dan wakil bupati definitif sudah akan berakhir masa jabatannya dan sudah ada SK dari kemendagri secara otomatis, jika bupati dan wakil terpilih belum dilantik, maka akan ada Penjabat (Pj) Bupati dan Wakil Bupati Bangka. "Harus ada pejabat sementara," kata Usnen.

Diakuinya roda pemerintahan pada saat itu tergantung pada pejabat sementara Bupati dan Wakil Bupati Bangka.

"Tergantung dari Pj sementara karena motor dalam pemerintahan itu ada di beliau nantinya sambil kita menunggu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka terpilih, tapi mudah-mudahan saja atas usulan kami di DPRD secara lembaga kemendagri mempercepat pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih ini sehingga roda pemerintahan Kabupaten Bangka cepat langsung ditindaklanjuti oleh arti dan wakil bupati terpilih lalui Pilkada serentak tahun 2018 ini," ungkap Usnen.

Dia mengaku dewan tidak khawatir yang jelas pergantian ini cepat laksanakan karena lebih cepat lebih bagus.

"Bupati dan wakil bupati yang terpilih sekarang kan masih muda-muda mungkin pemikirannya lebih energik, kita harapkan ke sana. Sedangkan Plt sekda tergantung pada bupatinya yang jelas sebagai sekda harus fleksibel. Sekda tidak hanya sekedar bisa belanja tetapi seorang sekda harus bisa bagaimana mengangkat PAD kita agar lebih baik ke depan. Jadi harus pintar cari duit juga sebagai seorang sekda," jelas Usnen.

Sedangkan dalam hal ini dikatakan Usnen, bahwa dewan hanya sekedar menyarankan agar sekda harus bisa mensinergikan antara pihak eksekutif, legislatif dan juga dengan pihak yudikatif. "Dalam menjalankan pemerintahan kita dukung tiga pilar ini eksekutif legislatif dan yudikatif. Kita berharap sudah bisa membangun bangsa lebih baik daripada hari ini dan juga kemarin," tegas Usnen.

Powered by Baca