< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />

JNE Gandeng Qourier Indonesia Perluas Bisnis E-Commerce | SUARAKARYA.ID

SUARAKARYA ·

10 Juli 2018 15:54 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono


SuaraKarya.id - JAKARTA: PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menggandeng PT Qourier Indonesia Kartika (QIK) dalam rangka memperluas pangsa pasar pengiriman barang untuk bisnis jual beli online (e-commerce).

Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi mengatakan, saat ini potensi jasa ekspedisi pada bisnis e-commerce sangat besar. Hal ini seiring dengan perkembangan bisnis jual beli secara online di Indonesia.

‎"Potensi bisnis e-commerce masih sangat besar, kita tahu adanya e-commerce membangun pilar seperti payment dan kurir. Kita bekerja sama dengan Qourier karena Qourier memberikan solusi apa yang tidak dimiliki JNE, khususnya dalam hal teknologi," ujarnya, usai penandatanganan kerja sama JNE dengan QIK di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Feriadi menuturkan, saat ini perkembangan teknologi telah membawa perubahan ke berbagai sektor, termasuk juga dalam sektor perdagangan. Oleh sebab itu, JNE ingin memanfaatkan potensi ini untuk memperkuat bisnis e-commerce di dalam negeri.

"Sekarang bagaimana teknologi bisa kita improve, adanya kerja sama dengan Qourier, selain memperkuat posisi kita juga dalam rangka memperoleh potensi yang lebih besar ke depannya. Tidak cukup rasanya dengan kurir-kurir yang ada untuk menangani marketplace," kata dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Qourier Indonesia Kartika, Putri Kadarmanto mengungkapkan, keberadaan perusahaan jasa logistik menjadi pendukung bagi perkembangan bisnis e-commerce.

"Kita bekerja sama untuk memasuki market e-commerce dan untuk melakukan last mile delivery. Kita menjadi produk penambah dari JNE dengan nama Qourier power by JNE. Akan ada produk, yaitu same day delivery dan instant delivery. Diharapkan kita bisa meramaikan pasar e-commerce. Karena peran logistik di sini untuk mendukung perkembangan e-commerce yang sangat cepat," tuturnya.

Untuk tahap pertama, kedua perusahaan akan fokus menggarap pangsa pasar Jakarta dan sekitarnya.

Putri mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan logistik asal Jerman, DB Schanker yang merupakan mitra dari sejumlah perusahaan teknologi dan e-commerce dunia seperti Apple dan Lazada. Dengan demikian, layanan pengiriman barang dari perusahaan-perusahaan tersebut juga bisa terlayani oleh JNE.

‎"Kita kerja sama dengan DB Schenker yang saat ini memiliki klien-klien besar, seperti Apple, Lazada, beberapa e-commerce besar, yang masuk melalui DB Schenker. Ke depan mereka tidak menggunakan ware house tetapi langsung dijual lewat last mile delivery," ucapnya.

Qourier melihat kerja sama ini sebagai bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang besar dari JNE kepada QIK, dimana ini adalah kali pertama JNE dalam 27 tahun membangun bisnis dan merek yang kuat, menyematkan merek JNE bersama dengan merek Qourier.

Qourier akan memulai bisnisnya dengan metode B2B, dan akan meresmikan kerja sama dengan perusahaan logistic dan supply chain dari German, DB Schenker, di bulan yang sama. "Qourier akan menjadi Partner DB Schenker dalam menyediakan bisnis last mile delivery yang saat ini belum ditawarkan oleh PT Schenker Petrolog Utama," ujar Putri.

PT Qourier Indonesia Kartika adalah perusahaan lokal berbasis teknologi yang menjual solusi transportasi melalui mobile application dan web application.

Didirikan pada tahun 2017, PT QIK merupakan mitra ekslusif Qoutier Pte Ltd dari Singapura yang telah memulai bisnis teknologi logistik berbasis crowdsourcing.

PT QIK akan memulai bisnisnya dengan menggunakan dedicated riders powered by JNE, sebelum memasuki bisnis crowdsourcing, seperti pendahulunya di Singapura.

Saat ini aplikasi Qourier di Indonesia baru terbuka untuk corporate customer. ***

Editor : Laksito Adi Darmono
Powered by Baca