< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />

Antusiasme di Festival Anak Bertanya di Bandung

idrus ·

Festival Anak Bertanya.
Festival Anak Bertanya. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

"Kenapa matahari bulat?"

"Kenapa ada hujan?"

"Kenapa kelinci suka lompat?"

"Mengapa saya bisa takut?"

Deretan pertanyaan itu, ialah sebagian keingintahuan yang ditulis anak-anak di papan bertanya ketika akan memasuki ruang acara Festival Anak Bertanya (FAB) 2018 di Sabuga ITB pada Sabtu (12/5).
Warna-warni, antusias, dan semarak. Itulah yang terasa, begitu kumparanMOM (kumparan.com) memasuki gedung yang menjadi lokasi dihelatnya FAB ke-4 yang bertemakan 'Mengayunkan Langkah, Meniti Masa Depan' di Bandung, Jawa Barat.

Jam menunjukkan pukul 08.00 WIB ketika rombongan orang tua dan anak-anak mulai memadati gedung pembukaan acara FAB 2018. Kursi satu persatu terisi, tak berselang lama acarapun dimulai.

"Festival Anak Bertanya sebagai wadah bagi para lembaga yang memiliki perhatian dalam memperluas cakrawala anak untuk langsung berinteraksi dengan anak-anak dalam menyampaikan pesan mereka," ujar Hendra Gunawan, Ketua Pelaksana pada sambutan FAB 2018.

Festival Anak Bertanya.
Festival Anak Bertanya. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Ada banyak pertanyaan yang melayang di kepala anak-anak. Setiap hari bahkan setiap saat, yang tak jarang membuat orang tua pun berpikir "oh iya ya, kenapa bisa begitu?"

Maka dari itu, Hendra menggagas ide sederhana untuk menampung segala keingintahuan anak melalui situs website anakbertanya.com.

Tak disangka, langkah kecilnya itu mengundang animo besar masyarakat hingga menjadi cikal bakal lahirnya FAB sebagai hasil kolaborasi dengan Managemen Sabuga ITB pada 2015 lalu.

Tujuannya, agar anak-anak dapat berjumpa langsung dengan para ahli untuk mencari tahu atas jawaban pertanyaan mereka sekaligus mengenal aneka profesi yang bisa kelak bisa anak-anak tekuni.

Festival Anak Bertanya.
Festival Anak Bertanya. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Tepuk tangan meriah kemudian mengiringi pertunjukan tarian pembuka dari Community of Disabled indoNesia.

Dilanjutkan unjuk bakat dari SOS Children's Village Perkusi, Rumah Mentari dengan atraksi pencak silat yang memukau, dan penampilan flute cello dari Lintang dan Ludi yang kian membuat gegap gempita suasana.

Setelah pembukaan, ada sesi talkshow orang tua yang dibagi dalam tiga sesi yang dipandu Elliana Susan. Di antaranya, Hak perempuan dan Anak yang disampaikan oleh Elisabeth "Nophie" Dewi (Jendela Perempuan dan Anak) dan Selly Martini (Perempuan Anti Korupsi).

Sesi itu menyampaikan tentang pentingnya orang tua memenuhi hak kasih sayang kepada anak. Juga perlunya orang tua peduli terkait perlindungan undang-undang bagi keselamatan perempuan dan anak.

Festival Anak Bertanya.
Festival Anak Bertanya. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Tak kalah seru, Nourma Reytha Oewen (Psikolog) dan Catherine Yusuf (Cornerstone Academy) menyerukan tentang bagaimana orang tua tidak boleh abai terhadap perkembangan anak dan pola asuh. Yaitu, harus mempunyai tujuan dan nilai yang ingin ditanamkan ketika mengasuh agar anak tumbuh berkarakter.

Selain ragam kegiatan untuk anak, ada juga kegiatan-kegiatan yang khusus digelar untuk orang tua di festival ini. Salah satunya, talkshow Pengenalan Keberagaman kepada Anak. Narasumber talkshow ini yang terdiri dari Iwan Hernawan (Forum Kerukunan Umat Beragama), Ifa H Misbach (Psikolog), dan Ali Abdullah (Komunitas Bhinneka) pun diberondong dengan banyak pertanyaan orang tua.

Seperti, "Bagaimana melatih anak menjadi pribadi toleran? Hingga bagaimana orang tua menyikapi persilangan pendapat seputar keberagaman di era digital?"

Festival Anak Bertanya.
Festival Anak Bertanya. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Selain talkshow tersebut, di sisi ruang yang lain ada jumpa ahli bersama Kang Andar (Barista), Bu Sofe (Penulis), Kak Rosa (Penyiar), Kak Rani (Balerina), Kak Wanggi (Pantomim), Kak Abie (Jurnalis), Kak Pape (Fotografer), Kak Galih (Petani) yang turut membagikan pengetahuan dan pengalaman terkait profesi.

Satu yang seru, pada FAB tahun ini juga diselenggarakan lomba pesawat terbang kertas, pemutaran film anak-anak, hingga latihan panahan.

Sementara itu, di sepanjang lorong ruangan Sabuga juga dipenuhi oleh 30 stan lembaga/komunitas dari beragam latar belakang. Beberapa di antaranya, Langit Selatan, Dunia Astronomi, Observatorium Bosccha, Biology4Kids, Komunitas Reptil Bandung, JPA & Bengkimut, Serat Pena, Litara, Damkar, dan lainnya.

Festival Anak Bertanya.
Festival Anak Bertanya. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Antusisme salah satunya ditunjukkan di stan Damkar. Ada banyak anak yang melakukan sesi tanya dengan alat perekam bak seorang reporter. Misalnya saja, Xia Yu (11) dari Taiwan.

"Senang, jadi tahu ada kain tahan api untuk digunakan jika terjebak saat kebakaran," ucap gadis cilik yang bersekolah di BPK Penabur itu dengan pengucapan kata yang terbata dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan sebagian lainnya menjajal perlengkapan tali temali Damkar dengan riang gembira.

Tampak pula, antusiasme anak-anak yang sedang hikmat mendengarkan dongeng dari komunitas JPA & Bengkimut. Anak-anak bergerombol, duduk manis, mendengar, namun tetap leluasa bertanya segala keingintahuan mereka seputar cerita yang disampaikan.

Festival Anak Bertanya.
Festival Anak Bertanya. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Anak-anak juga menikmati bahan bacaan dari berbagai komunitas literasi. Tak lupa, mereka juga diberi kesempatan menanyakan hal-hal yang membuat penasaran.

Ada juga yang belajar menulis aksara Sunda. Belajar sambil bermain di Biology4Kids, hingga berkreasi seni di Ruang Cilik yang penuh warna.

Tak hanya anak, orang tua pun terlihat bersemangat mendampingi putra putri yang dipenuhi segala keingintahuan dengan berkunjung ke tiap stan.

"Ikutan karena penasaran baru pertama kali tau dari instagram dan WA grup. Mau banget ikutan tahun depan lagi, anak saya senang sekali," ucap Dila Pitaloka (31).

Perempuan asal Kopo itu, mengaku memiliki anak berusia 6 tahun, Ello, yang aktif dan selalu ingin tahu. Ello biasanya bertanya tentang fungsi anggota tubuh hingga hal kadang membuatnya bingung menjawab seperti, "Ma, menikah itu apa? Kalau berdua itu pacaran, ya?" ucapnya menirukan pertanyaan anak.

Dengan mengikuti FAB ini, Dila mengatakan jadi terinspirasi untuk memperkaya pengetahuan dan cara pengasuhan. "Saya harus lebih banyak baca buku, harus banyak tahu, harus terus belajar," katanya.

Nah, bagaimana dengan Anda, Moms? Sudah memberikan anak kesempatan untuk bertanya juga? Mungkin kutipan dari Albert Einstein berikut ini bisa menambah semangat Anda: “The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing.”

Powered by Baca